08:41
0
Menjelang pertengahan bulan ini, para pengamat fenomena angkasa berkesempatan untuk menyaksikan fenomenya yang dikenal dengan supermoon. Para pengamat fenomena angkasa akan menyaksikan kesempatan langka untuk diamati menjelang pertengahan bulan ini ketika fenomena yang dikenal sebagai “supermoon” menerangi langit angkasa raya. Menurut NASA, bulan purnama yang akan terjadi pada 14 November akan menjadi bulan purnama yang terdekat dengan bumi untuk tahun ini sejak 1948. Fenomena ini tidak akan terjadi lagi hingga 25 November 2034.

NASA Segera Luncurkan Satelit Pemantau Badai Bahkan apabila langitnya berawan pada tanggal 14 nanti, bulan akan tetap terlihat sangat benderang di langit malam yang mengarah kepada terjadinya fenomena supermoon. Fenomena supermoon adalah ketika posisi bulan dan Bumi lebih dekat ketimbang posisi pada umumnya bahkan apabila batasnya hanya tidak terlalu kentara. Meski demikian, dengan adanya sedikit perubahan dapat membuat rembulan tampak 14 persen lebih besar dan 30 persen lebih terang dibandingkan bulan purnama biasa.

Istilah supermoon relatif baru, yang diperkenalkan pada 1979 oleh ahli astronomi Richard Nolle. Sedang yang lainnya menyebut fenomena supermoon sebagai “bulan berang-berang raksasa.” Nama itu diambil dari Almanak Lama Petani, yang menyebutkan sebutan tersebut muncul karena “baik kaum kolonial maupun suku Algonquin, berpendapat inilah saatnya untuk memasang perangkap bagi berang-berang sebelum rawa membeku, untuk memastikan tersedianya pasokan bulu hewan yang cukup untuk menghangatkan badan selama musim dingin.” (okezone)

0 komentar:

Post a Comment