19:53
0

motor korban
Hati hati dan jaga jarak dengan kendaraan besar, agar tidak terjadi serupa, seperti dilaporkan dari Tribunnews.com terjadi  Kecelakaan lalu lintas terjadi di ruas jalan Gajah Mada, Sekupang tepatnya di depan Polaris Motor, Tiban 3, Batam, Kamis (23/2/2017) sekitar pukul 06.35 WIB. Akibat kejadian tersebut, Roma (39) pengendara motor TVS BP 6193 EN langsung tewas di tempat.Menurut saksi mata yang dimintai keterangan di TKP, kepala korban pecah usai kecelakaan tersebut. Namun sejauh ini belum bisa dipastikan apakah kepala Roma pecah karena tergilas oleh Bus Trans Batam atau pecah karena terhempas di aspal.Kanit Lakalantas polresta Barelang Iptu Efendi Marpaung saat dikonfirmasi membenarkan adanya kecelakaan tersebut. Dari kronologis yang didapatkanya dari hasil olah TKP diketahui, Roma warga perumahan Tiban Rabhayu blok G No 20 datang dari arah Sekupang menuju Jodoh. Kemudian ia hendak menyalip mobil Bus Trans Batam yang ada di depanya.Namun ketika hendak menyalip, ternyata di samping kanan ada mobil pick up. Roma mendadak mengerem dan terjatuh dari motor."Informasinya di digilas mobil Trans Batam. Tapi kita masih melakukan pemeriksaan," sebut Efendi menerangkan.(Tribunnews)

Berita lainnya, Juga Seperti dilaporkan dari batampos.co.id, Roma Gia Agus, 39, pengendara sepeda motor TVS Apache BP 61XX EN tewas di tempat saat menyalip Trans Batam BP 70XX EU di Jalan Gajah Mada, Sekupang, Kamis (23/2) pagi.Kanit Laka Lantas Polresta Barelang Iptu Effendi Marpaung mengatakan, saat ini pihaknya masih menyelidiki penyebab pasti tewasnya Roma saat menyalip Trans Batam rute Sekupang-Jodoh tersebut“Kejadian itu bermula sebuah motor datang dari arah Sekupang menuju ke Jodoh menyalip bus Trans Batam. Namun saat menyalip itu ada mobil pick up (dari arah berlawanan),” tutur Effendi, (23/2/17) sore.Saat terjatuh itu, diduga kepala Roma digilas oleh Trans Batam.“Diduga ban belakang sebelah kanan Trans Batam itu menggilas tubuh korban. Hingga menyebabkan korban tewas,” tutur Effendi.Supir Trans Batam Aprizon tidak mengetahui pasti kejadian tersebut.

Ia mengetahui adanya kecelakaan setelah dirinya mendengar adanya suara benturan dari belakang mobilnya.
“Setelah dengan benturan itu, kemudian saya langsung berhenti dan melihat ke belakang ternyata ada yang jatuh. Setelah itu saya langsung menurunkan tiga orang penumpang saya,” katanya saat ditemui di Unit Laka Lantas Polresta Barelang.Dikatakan oleh Aprizon, saat kejadian itu ia baru saja berhenti di Halte depan STC mall. Saat itu, mobil yang ia kemudikan melaju dengan kecepatan sekitar 30 kilometer per jam.
“Kalau memang kena gilas hingga membuat kepalanya pecah, tentunya ada bercak darah dan goresan motornya di mobil saya. Ini tidak ada apapun di mobil saya,” katanya.

Pasca kejadian tersebut, Unit Laka Lantas Polresta Barelang telah menahan dua kendaraan yang diduga terlibat kecelakaan tersebut. Selain menahan dua kendaraan itu, polisi juga meminta keterangan Aprizon.
“Saya rasa kepalanya pecah karena terbentur di aspal. Saat itu korban juga tidak memakai helem. Karena, tidak ada helem yang saya lihat di sana,” imbuh Aprizon.Jasad Roma, tiba di Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) Batam sekitar pukul 08.00 WIB.Petugas kamar jenazah RSBP, Ninuk mengatakan korban tewas di tempat, dan mengalami luka parah di bagian kepala.

“Tadi dibawa ke sini sudah dalam keadaan meninggal,” kata Ninuk.Puluhan rekan kerja ayah dua anak ini, juga tampak menemani jenazah saat pengurusan di kamar jenazah RSBP, Sekupang.Aan salah seorang rekan kerja menuturkan, Roma merupakan pekerja keras, suka bergaul, dan ramah. Dia mengaku menerima kabar kecelakaan sahabatnya itu dari pesan singkat yang dikirimkan oleh teman kerja yang lainnya.“Kagetlah, tidak menyangka nasib ini akan menimpa dia,” ujarnya sambil mengenang kebersamaan bersama korban.
Jenazah yang tiba di rumah duka langsung disambut tangis istri korban. Perempuan berjilbab hitam itu tak bisa membendung rasa kehilangan orang yang paling dicintainya.Cerita lain diungkapkan oleh Ros, menurutnya sebagai seorang ayah korban sangat bertanggung jawab. Setiap pagi sebelum berangkat kerja, korban menyempatkan diri untuk mengantarkan anaknya ke sekolah.“Tadi pagi masih terlihat ngantar anaknya yang pertama. Saya kaget, tak percaya korban sudah tiada,” ungkapnya.Pelayat yang berdatangan mulai melantunkan ayat suci Alquran untuk mendoakan almarhum. Jenazah dimakamkan di TPU Temiang sekitar pukul 16.00 WIB.

0 komentar:

Post a Comment