19:35
0
 Seperti dilaporkan dari Tribunnews.com, Terjadi kecelakaan di Ruas Jalan Trans Kalimantan lagi-lagi minta korban. Dalam kecelakaan antara bus penumpang nopol DA 1351 AE dengan sepeda motor Yamaha Jupiter Z nopol DA 4349 NA, satu orang tewas di tempat kejadian.Kecelakaan tragis terjadi di ruas Jalan Trans Kalimantan km 12, tepatnya di depan jembatan timbang, Kecamatan Kapuas Timur, Kabupaten Kapuas Kalteng, Rabu (22/2/17) siang sekitar pukul 13.30 WIB.Pengendara sepeda motor Yamaha Jupiter atas nama Rahmani (20), warga Desa Mawar Mekar Kecamatan Pulau Petak, Kabupaten Kapuas, tewas dengan kondisi yang menggenaskan.

Menurut informasi yang didapat dilapangan kejadian bermula saat bus penumpang yang dikemudikan Hizbullah (39), melaju dari arah Kapuas menuju Banjarmasin tepat di Km 12 tepat didepan jembatan timbang dari arah Banjarmarmasin melaju sebuah sepeda motor dikendarai Rahmani. Pada saat itu tiba-tiba sepeda motor oleng kekakan jalan, akibatnya tabrakan tidak bisa terhindarkan lagi.Menurut Ade, warga sekitar yang ikut mengevakuasi korban mengatakan, sekitar10 meter lebih terlihat bekas ban bus penumpang di aspal jalan yang berusaha mengerem dari kejauhan. Sedangkan korban tersangkut di bawah kolong bus yang dikemudikan warga Pekapuran, Banjarmasin, hingga terseret puluhan meter.Akibatnya, korban yang datang dari Anjir Batola menuju ke rumahnya di Pulau Petak Kapuas tewas dengan luka parah di bagian kepala, punggung serta lengan.

sebagai mana dari Metro Banjar edisi cetak, Kamis (23/2/2017) Sarkani (50), paman korban yang ditemui di rumah sakit mengatakan, sehabis mengikuti haulan di Martapura, almarhum pulang ke rumah menggunakan sepeda motor seorang diri.Informasi yang didapat bahwa kejadian itu pada saat bus penumpang datang dari Kapuas menuju ke Banjarmasin. Dari arah yang berlawanan datang motor korban. Entah kenapa, pada saat keduanya sama-sama berada di TKP terjadilah tabrakan.Sementara itu Kasat Lantas Polres Kapuas AKP Yudha Setiawan saat dihububungi via teleponnya membenarkan kejadian tersebut, namun pihaknya belum bisa memberikan keterangan mengenai kronologi sebenarnya. "Saat ini anggota kami masih berada di lokasi melakukan pemeriksaan dan mengumpulkan data," kata Yudha. (Tribunnews)

0 komentar:

Post a Comment